# @bolalobbadminton on Instagram

- **Type:** Image
- **Original URL:** https://www.instagram.com/p/DQ8bjnZkaZE
- **Gondola URL:** https://gondola.cc/posts/36911030-bolalobbadminton-instagram
- **Thumbnail:** https://img.gondola.cc/tr:w-,h-,fo-auto/postThumbnails/7267f7fa79.jpg
- **Posted:** 2025-11-12T05:12:13.000+00:00
- **Account Owner:** Bolalob Badminton (@bolalobbadminton) — https://gondola.cc/bolalobbadminton

## Caption

Kumamoto Masters 2025 telah berjalan mulai Selasa (11/11). Tak banyak wakil Indonesia yang hadir berkompetisi. PP PBSI hanya mengirimkan lima wakil, yakni Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Gregoria Mariska Tunjung, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. 

Meski memahami kebutuhan untuk mengirimkan pemain demi mengamankan tiket World Tour Finals 2025, PP PBSI melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Eng Hian menyebutkan adanya kendala administrasi. 

“Tadinya kami ingin mendaftarkan Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri ke Kumamoto Masters, tetapi karena terkendala proses pembuatan visa Jepang yang memakan waktu lama, maka untuk program pemberangkatan pemain kami sesuaikan dengan membagi ke dalam dua turnamen yaitu Hylo Open dan Kumamoto Masters,” papar Eng Hian

Senada dengan Eng Hian, Jonatan Christie juga menyebutkan beberapa kendala seperti invitation letter dari Kumamoto Masters yang cukup lama rilis dan bentrokan waktu dengan turnamen di Eropa. 

Kabid Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto mengatakan untuk saat ini peraturan yang diterapkan untuk para pemain, pelatih, fisioterapis dan dokter yang akan mengikuti/menghadiri sebuah turnamen di Jepang harus menggunakan visa khusus, yaitu visa entertainer yang proses pembuatannya berkisar antara 2-6 minggu.

“Awalnya kita harus mendapatkan Certificate of Eligibility (COE) dari pemerintah Jepang yang akan memakan waktu 2-3 minggu. Setelah mendapat approval COE, barulah kita bisa mengajukan visa entertainer yang setidaknya membutuhkan waktu dua minggu lagi hingga selesai diproses. Oleh karena itu, para pemain kita yang berlaga di Hylo Open tidak bisa berlaga di Kumamoto Masters karena terbentur proses ini,” jelas Rudy.

Prospectus Kumamoto Masters 2025 yang diperlukan untuk syarat administrasi pengajuan visa keluar di akhir bulan Agustus. Hal tersebut memengaruhi penjadwalan pemain untuk melakukan pendaftaran. 

Sumber: PBSI

#bolalobadminton

## Stats

- **Views:** 0
- **Likes:** 1,353
- **Shares:** 0
- **Comments:** 37

## Tags

bolalobadminton

---
Copyright (c) Gondola