# @bari_arijono on Instagram

- **Type:** Image
- **Original URL:** https://www.instagram.com/p/DCg3S0wTqTc
- **Gondola URL:** https://gondola.cc/posts/63270983-bari-arijono-instagram
- **Thumbnail:** https://img.gondola.cc/tr:w-,h-,fo-auto/postThumbnails/f6da49a924.jpg
- **Posted:** 2024-11-18T12:56:21.000+00:00
- **Account Owner:** Bari Arijono (@bari_arijono) — https://gondola.cc/bari_arijono

## Caption

A I ,  KRIPTO dan PENCUCIAN UANG

Menurut laporan UNODC, AI generatif menjadi kontributor utama perluasan aktivitas kriminal ini. Dengan AI, penjahat bisa mempermudah tugas-tugas rumit seperti pencucian uang, pengodean malware, atau pengumpulan data hasil curian. Tak hanya itu, AI generatif semakin banyak digunakan oleh kelompok kriminal di Asia Tenggara untuk membuat deepfake yang meyakinkan.

Deepfake adalah teknik yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memanipulasi gambar, video, atau audio sehingga terlihat asli dan menyakinkan. Ini meningkatkan kemampuan penjahat untuk melakukan penipuan. Laporan UNODC merinci, ada peningkatan lebih dari 1.500 persen dalam kejahatan terkait deepfake di Asia Pasifik dari tahun 2022 hingga 2023. Iklan terkait deepfake di platform seperti Telegram juga meningkat 600 persen antara Februari dan Juli 2024. Laporan UNODC juga menggambarkan Telegram menjadi saluran utama yang digunakan jaringan kriminal. Dengan jangkauan yang luas dan minim moderasi, Telegram disebut memudahkan penjahat dunia maya untuk beroperasi tanpa takut akan hukuman.

Menurut laporan UNODC, Tether (USDT) pada blockchain TRON (TRX) menjadi opsi pencucian uang pilihan kriminal. Hampir setengah dari semua transaksi mata uang kripto ilegal terjadi pada blockchain TRON, mencakup sekitar 45 persen dari total volume ilegal. Angka ini meningkat dari 41 persen pada tahun 2022. Ethereum menyusul dengan 24 persen, sementara Bitcoin mencapai 18 persen, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Register, Rabu (16/10/2024). Laporan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan terkait bagaimana sindikat kriminal di Asia Tenggara menggunakan AI, Telegram, dan Kripto untuk melancarkan aksinya bisa dibaca melalui tautan berikut ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kriminal Asia Tenggara Raup Rp 575 Triliun, Pakai AI dan Uang Kripto", Klik untuk baca: https://tekno.kompas.com/read/2024/10/16/07000057/kriminal-asia-tenggara-raup-rp-575-triliun-pakai-ai-dan-uang-kripto?page=all.

#moneylaundering #cryptocurrency #artificialintelligence #fraud #tppu

## Stats

- **Views:** 0
- **Likes:** 34
- **Shares:** 0
- **Comments:** 0

## Tags

tppu, cryptocurrency, artificialintelligence, moneylaundering, fraud

---
Copyright (c) Gondola