# @sscapitalclub on Instagram

- **Type:** Image
- **Original URL:** https://www.instagram.com/p/DauQJ7-moqm
- **Gondola URL:** https://gondola.cc/posts/67684631-sscapitalclub-instagram
- **Thumbnail:** https://img.gondola.cc/tr:w-,h-,fo-auto/postThumbnails/4aa1f5db4b.jpg
- **Posted:** 2026-07-13T06:17:10.000+00:00
- **Account Owner:** Bitcoin and Cryptocurrency 🇮🇩 (@sscapitalclub) — https://gondola.cc/sscapitalclub

## Caption

Selat Hormuz, jalur pelayaran yang biasa dilintasi puluhan kapal setiap hari sebagai urat nadi energi dunia, kini nyaris lumpuh akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Data terbaru IMF PortWatch mencatat lalu lintas kapal anjlok ke sekitar 34 kapal per hari — jauh dari rata-rata normal 88 kapal per hari, atau hanya sekitar 39% dari volume biasanya.

Krisis memburuk sejak Angkatan Laut IRGC Iran mendeklarasikan penutupan resmi selat pada 12 Juli 2026, menyusul insiden penembakan kapal dan rangkaian serangan balasan antara AS dan Iran. Kesepakatan gencatan senjata yang sempat ditandatangani pada 17 Juni (Islamabad Memorandum) gagal bertahan lama setelah serangan baru terhadap kapal-kapal komersial memicu Presiden Trump menyatakan gencatan senjata berakhir pada 8 Juli.

Dampaknya terasa luas: sekitar 380 kapal kini terdampar di kedua sisi selat, sembilan perusahaan pelayaran kontainer terbesar dunia telah menghentikan rute Hormuz dan mengalihkan pengiriman Asia-Eropa lewat Tanjung Harapan — menambah sekitar dua minggu waktu tempuh di setiap perjalanan. Premi asuransi risiko perang kapal pun melonjak hingga puluhan kali lipat dari level normal.

Mengingat sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia biasanya melewati jalur ini, gangguan berkepanjangan di Hormuz berpotensi mengguncang harga energi global dan rantai pasok internasional dalam waktu dekat.

#SelatHormuz #KrisisMinyak #GeopolitikGlobal #KonflikIranAS #EkonomiEnergi

## Stats

- **Views:** 0
- **Likes:** 0
- **Shares:** 0
- **Comments:** 0

## Tags

konflikiranas, geopolitikglobal, ekonomienergi, selathormuz, krisisminyak

---
Copyright (c) Gondola