Anak muda termasuk kelompok rentan
terpapar paham ekstremisme kekerasan.
Bahkan, sekolah bisa menjadi tempat dimana
paham tersebut tumbuh dan berkembang.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerapkan program Merdeka Belajar yang mana fokus mewujudkan tempat belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Konsep Merdeka Belajar in berupaya menghapus 3 dosa besar pendidikan, yakni
perundungan, intoleransi, dan kekerasan.
Sebagai aktivis perdamaian yang fokus pada
pendampingan anak muda dalam wadah Solo Bersimfoni, Tia Brizantiana, menjadi partner
implementasi salah satu program Merdeka
Belajar, yakni P5 (Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila).
Dari satu sekolah ke sekolah lainnya, yang kemudian disebut Sekolah Adipangasuti, Tia memperkenalkan Hasthalaku, yakni 8 perilaku luhur yang diambil dari nilai-nilai Jawa untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian dan kesetaraan dengan mudah kepada anak muda.
Bagaimana cara Tia menanamkan nilai-nilai
Hasthalak...