Saya tinggal di Kepanjen, tidak jauh dari Stadion Kanjuruhan. Hampir setiap akhir pekan, saya sering mengajak anak-anak bermain di sekitar stadion untuk sekadar melepas penat. Namun, setiap kali ke sana, selalu ada hal yang membuat hati saya terenyuh.
Banyak pedagang dan kios di sekitar stadion bercerita tentang kesulitan ekonomi yang mereka alami setelah adanya dualisme Arema dan tragedi Kanjuruhan. Mereka merasakan perbedaan besar dibanding dulu, saat stadion selalu ramai. Kini, penghasilan mereka menurun karena minat suporter berkurang, ditambah harga tiket yang dianggap terlalu mahal.
Harapan mereka sederhana: Arema bisa kembali bersatu, Aremania kembali memenuhi stadion, dan suasana penuh kebersamaan itu hidup lagi.
Secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan doa dan penghormatan kepada lebih dari 135 korban Tragedi Kanjuruhan. Semoga kejadian itu menjadi pengingat penting bahwa persatuan lebih berarti daripada perpecahan.
Seperti pesan almarhum Mr. Acub Zaenal saat mendirika...
Not seeing views yet? Check back later!
Suggested Credits
Tags, Events, and Projects