facebook pixel
Goldman Sachs memperingatkan harga minyak Brent berpotensi melonjak melampaui $120 per barel pada kuartal keempat 2026 jika gangguan pelayaran di Selat Hormuz terus berlanjut. Peringatan ini muncul saat eskalasi konflik AS-Iran memanas dan aliran minyak dari Teluk Persia anjlok ke bawah 45% level normal sebelum perang. Namun penting dicatat: angka $120 ini adalah skenario risiko terburuk, bukan proyeksi utama Goldman. Prediksi dasar bank investasi ini tetap di angka $80 per barel untuk Q4 2026 dan $75 untuk 2027, dengan asumsi ketegangan kawasan mereda secara bertahap. Risiko tambahan datang dari ancaman blokade Houthi terhadap ekspor Arab Saudi serta potensi gangguan meluas ke Laut Merah. Brent sempat menyentuh $90 per barel pekan ini sebelum harapan gencatan senjata meredam kenaikan harga ke kisaran $88. Situasi ini menegaskan betapa rentannya pasar energi global terhadap gejolak geopolitik di titik-titik strategis seperti Hormuz. #HargaMinyak #BrentCrude #SelatHormuz #GoldmanSac...
    Suggested Credits
    Tags, Events, and Projects