facebook pixel
Untuk pertama kalinya sejak 1985, impor minyak mentah AS dari Arab Saudi jatuh ke titik nol sepanjang Juli 2026, menurut data resmi Departemen Energi AS. Penyebabnya: konflik AS-Iran yang hampir melumpuhkan aliran minyak Teluk Persia, ditambah eskalasi ketegangan Houthi-Saudi di Laut Merah. Kilang-kilang AS pun bergerak cepat mencari alternatif. Phillips 66 memangkas porsi minyak Timur Tengah hingga di bawah 1%, sementara Venezuela mendulang untung besar dengan lonjakan ekspor ke AS dari 100 ribu menjadi 600 ribu barel per hari dalam beberapa bulan saja. Meski terdengar dramatis, penurunan ini diperkirakan bersifat sementara — data Kpler memproyeksikan impor Saudi akan pulih ke sekitar 300 ribu barel/hari bulan ini, sesuai pola normal historis. Namun momen ini tetap jadi sorotan besar sebagai bukti nyata betapa rentannya rantai pasok energi global terhadap gejolak geopolitik Timur Tengah. #MinyakDunia #ArabSaudi #KrisisEnergi #SelatHormuz #GeopolitikMinyak
https://www.instagram.com/p/Dbvj6CTEnNx
Posted on Instagram ·
    Suggested Credits

    Credits on Gondola describe each credited role and may be incomplete. A brand or featured person is not necessarily the creator.

    Tags, Events, and Projects