Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat mengubah sikap dan menerima sejumlah persyaratan Teheran. Tuntutan tersebut antara lain berkaitan dengan penghentian perang dan pencairan aset Iran yang dibekukan.
Situasi di jalur pelayaran strategis itu semakin terasa. Pada Jumat, 14 Agustus, hanya dua kapal terdeteksi melintasi Selat Hormuz, sementara tidak ada pengiriman minyak mentah yang terlihat berdasarkan data pelacakan Kpler.
Angka tersebut jauh dari kondisi sebelum perang, ketika lebih dari 130 kapal melintasi selat itu setiap hari. Meski begitu, beberapa kapal kemungkinan dapat melintas tanpa terdeteksi karena mematikan transponder.
Di tengah tekanan terhadap jalur energi global tersebut, upaya menghidupkan kembali kesepakatan damai AS–Iran juga masih menemui jalan buntu. Komunikasi melalui perantara terus dilakukan, tetapi belum menghasilkan terobosan berarti.
#Iran #StraitOfHormuz #SelatHormuz #AmerikaSerikat #Geopolitik